Traveling Jepara Naik Bus dan Mendatangi Beberapa Destinasi Wisata

Traveling Jepara. Kota ini memiliki banyak spot terutama pantai, ya Pantai Kartini salah satunya. Karimunjawa salah duanya. Itu tuh yang ada patung kura-kura (apa penyu sih) yang guede banget.

Ini traveling gue yang kedua. Cukup dadakan karena hanya seminggu lebih masuk di dalam kepala gue. Sebenarnya tanggal 5 ada acara pernikahan teman kantor di Kudus, tapi setelah bertapa dan merenungkan, kayaknya oke nih kalau dijadikan rute traveling.

Yup, at least ada beberapa rute yang terpikir oleh gue. Dengan waktu yang cuma Sabtu dan Minggu, memang perencanaannya kudu gila-gilaan, yang pasti datang ke acara nikahan itu kudu. Nah sekarang gimana caranya supaya bisa tetep dapat pengalaman traveling.

Sesuatu yang perlu gue lihat terlebih dahulu adalah letak kota Kudus yang cukup dekat dengan Semarang, brarti nggak bakal bakal capek banget dong ya. Terus gue coba ngelihat kota-kota di sekitar Kudus, duh pada asing semua. Dan nggak banget ke Semarang, secara sekitar 2 minggu lalu udah ke sana. Akhirnya, pilihan adalah Jepara dan Demak.

Setelah browsing sana-sini, Demak akhirnya lepas karena di sana spot wisatanya dikit banget, jikalau dibandingkan Jepara. Emang sih Jepara juga kalau dibandingkan Jogja yang rame nggak ada apa-apanya. Tapi, kalau cuma membanding-bandingkan buat apa coba?

Ok, lets go to Traveling Jepara. Menurut sejumlah artikel, disebutkan bahwa Jepara memiliki banyak spot terutama pantai, ya Pantai Kartini salah satunya. Itu tuh yang ada patung kura-kura (apa penyu sih) yang guede banget. Ada juga Karimun Jawa, buat yang suka berlayar gitu (ahayy)

Gue akhirnya mulai tertarik. Berarti Jepara nggak sepi-sepi banget. Cuma ya emang untuk info seputar wisatanya agak terbatas. Kalaupun ada, nggak update, buktinya rate kamar hotel yang gue pake menginap. Tapi sudahlah, yang namanya traveling ya emang pasti bakal keluar duit dong.

Beberapa hari gue sibuk mengumpulkan informasi dan gue masih belum bisa memastikan akan ngapain aja di sana. Rencana ogah ke pantai. Bayangin coba gue datang ke kawinan dengan kulit gosong? Helloooo!!! Jadi, pas teman gue nanya mau ngapain di Jepara, ya cuma bisa bilang jalan-jalan, ngeliat kota, gaje ah pokoknya.

Gue akhirnya dapat satu nama hotel yang sering disebut, Segoro Indah. Ada juga Jepara Indah Hotel, tapi rate-nya lebih tinggi. Ogah ah, semalam ini. Tapi kalau kepepet ya mau gimana lagi. Backpacker bukan berarti menggelandang khan? Bukan berarti menyiksa diri khan? Iya khan kaka?

Mendekati hari-H, gue udah mulai menentukan akan berangkat ke Semarang lewat jalur mana. Yang pasti lewat Magelang lebih cepat, nanti pulangnya boleh dah via Solo. Tapi rencana tinggal rencana. Bukan gue banget kalau nggak mengacaukan planning sendiri. Karena Sabtu, gue bangun baru jam 5, dengan mandi dan siap-siap plus sarapan, ga ada pilihan lain selain mencegat bis Jogja-Solo. Kalau ke Jombor udah abis waktu sejam tuh naik Trans Jogja (itu sih kalau lagi sial bisnya nggak datang-datang)

Nggak apa-apa deh. Gue sebenernya suka juga sih berangkat via Solo. Asyik aja walaupun total perjalanan ke Semarang bisa 4 jam karena yang namanya menunggu keberangkatan bis dari Terminal Tirtonadi Solo itu bisa sangat lama).

Harga tiket ke Solo itu emang lumayan nggak jelas. kadang harus bayar 9.000 kadang 11.000. Emang mungkin ngasih uang pas kali ya.

Perjalanan dimulai pukul 07.00. Jalanan cukup lancar dan supirnya juga lumanyan nggak santai-santai. Tapi emang yang namanya ngetem nggak bisa dihindari lagi. Bis emang kosong sih dan di jalan baru penuh, ada yang turun dan naik. Yang tujuan ke Solo kayak gue nggak sebegitu banyak. Buktinya pas di Tirtonadi yang turun dikit.

Perjalanan dilanjutkan pukul 10.00, naik bis Shantika. Bisnya AC, dan aku baru tahu kalau emang bis jurusan Solo-Semarang udah nggak ada yang non-AC. Tarifnya standar 20.000. Nyampe di Terboyo sekitar pukul 12.00. Penumpang terpaksa turun di luar terminal karena…banjir. Yup, wilayah Jawa tengah emang lagi musim hujan. Padahal di Jogja cerah.

Semarang kaline banjir udah bukan berita baru. Di tepi jalan udah banyak penumpang yang nungguin bis. Setelah tanya sana-sini, akhirnya ditunjuklah bis Semarang-Jepara. Bis ukuran 3/4 yang masih kosong, dan di jalan ngambil penumpang yang rombongan. Maka penuhlah bis kecil itu. Gue duduk di depan karena bisa naruh tas tanpa mengganjal kaki.

Pemandangan Semarang yang banjir memang mengenaskan. Banyak motor yang mogok secara di jalan, air naik sekitar 20 cm gitu. Gue hanya bisa berharap bis ini tangguh mesinnya.

Tidak ada istimewa selama perjalanan ke Semarang. Demak menarik karena di sepanjang jalan ada tulisan Asmaul Husna. Kota yang sangat islami. Kota Wali, begitu bukan sebutannya?

Tiba di terminal kota Jepara sekitar pukul 3 sore. Yah kira-kira 6 jam perjalanan sudah ditempuh. What!!! Duh ternyata Jepara jauh ya. Dan emang sih gue nggak mengestimasi berapa total waktu tempuh ini sebelum-sebelumnya. Gue pikir karena dari dari Jepara-Kudus cuma 1 jam maka Smarang-Jepara juga segitu. Tapi buat nambah-nambah pengalaman nggak apa-apa.

Gue langsung ke Hotel Segoro Indah naik becak, karena…ternyata sarana transportasi di Jepara hanya ada becak saudara-saudara. Semuanya memakai tenaga manusia. Ada sih yang pakai motor, tapi itu pun cuma sekali gue temui.

Tarif becaknya 10.000, lumayan deket sih, tapi kalau jalan kaki ya bakal jauh. Cuacanya lumayan jelek. Hujan. Dan hujan-hujan ke pantai, nggak deh. Alamat traveling yang kelam nih.

sampai hotel, ternyata masih ada kamar yang harga 120.000. Fasilitasnya udah komplet mulai dari AC, tanpa bath up, tanpa air panas, tanpa home teather (heh!). Di sana juga ada restoran dan kafe. Berhubung males keluar, akhirnya pesen makan di restoran terus makan di kamar. Semangkuk sup ayam dan teh panas cukuplah untuk menolak masuk angin. Setelah itu gue tidur karena capek banget.

Malamnya rencana ke Alun-Alun, kali-kali aja banyak yang jualan makanan. Faktanya, cuma jualan kacang rebus doang. Gue (yang waktu itu naik becak) akhirnya makan di Tosera. Pusat kuliner gitu. tempatnya itu berupa tenda putih kayak tenda sirkus. Terus ada macam-macam makanan di sana. Menunya ada ayam, bebek, seafood, atau bakso.

Pilihan gue jatuh ke pindang srani, katanya sih khas Jepara. Ikan terus semacam dimasak gulai. Biasanya ikan kakap. Gede juga ikannya pas gue lihat ke storage-nya. Pas selesai dimasak jadi beberapa potong. Gue nggak ngehabisin karena aneh aja. Karena prose masaknya cepat banget, padahal ikannya udah dieskan. Gue kan jadi ngebayangin makan ikan ala orang Jepang. Tapi gue suka kuahnya. Enak, asem pedes gitu.

Setelah makan, gue terus jalan kaki ke Alun-Alun. Ambil foto di sana terus ke masjid agung juga, terus pulang.

Di kamar hotel gue mikir planning besok. Apa setelah dari nikahn gue langsung balik ke Jogja atau gimana. Tapi kok berat ya kalau bener-bener nggak ke Pantai Kartini. Jepara kan kota pantai, Bung! Gue juga jadi kepengen ke Pulau Panjang.

Beseok paginya, barulah gue memutuskan untuk check out abis sarapan, ke Kudus, dan balik lagi ke Jepara.

04-05 Februari 2012

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response