Tips Traveling Praktis Sejak Berangkat Hingga Pulang

Tips traveling apa saja yang sangat praktis? Sebagai traveler amatir, gue mengalami banyak hal yang pastinya udah nggak akan mungkin dialami traveler pro sekelas Trinity atau siapa pun itu. Apa sajakah? Berikut poin-poin dan solusinya:

1. MASALAH: Tidak mendapat bis karena kemalaman

Ini gue alami ketika melakukan perjalanan dari Jepara ke Semarang untuk kembali ke Jogja. SOLUSI: penting banget tahu kapan aja jadwal bus ke tempat tujuan kalau nggak mau terpaksa naik bis jurusan lain yang notabene menempuh jarak lebih jauh, apalagi harus menginap semalam.

2. MASALAH: Beli oleh-oleh yang mudah rusak

Ketika traveling ke Solo, gue membeli rengginang dan beberapa jenis cemilan. Ketika sampai di Jogja, gue mendapati kalau rengginang sebesar mangkuk itu sudah terbelah-belah, entah terbentur di mana. SOLUSI: pastikan setiap kali membeli oleh-oleh, risiko rusak, hancur, basi, busuk, dan sebagainya tidak akan terjadi. Sayang kan kalau oleh-oleh yang kadang harganya nggak murah harus masuk tong sampah.

Tips Traveling Praktis Sejak Berangkat Hingga Pulang
Penginapan. Sumber gambar: Sumber gambar: earthporm.com

3. MASALAH: Parno naik bus tertentu

Ini gue alami ketika naik bis Sumber Kencono dari Solo ke Jogja. Jujur deh, gue sama dengan manusia lain yang nggak pengen mati gara-gara kecelakaan di jalan. SOLUSI, cobalah untuk melawan rasa parno itu dengan bersikap wajar. Kalau susah, sebagai makhluk beragama, minta deh perlindungan pada Sang Khaliq.

4. MASALAH: Kehabisan uang tunai

Ini gue alami sewaktu akan memasuki Pantai Kartini di Jepara. Gue memang sengaja nggak membawa uang tunai berlebihan demi faktor keamanan. Di dompet emang ada beberapa ATM, tapi kalau ga ada mesin ATM buat apa coba. SOLUSI: pastikan persediaan uang tunai Anda mencukupi dan jika takut terjadi sesuatu, taruhlah uang di beberapa tempat terpisah. Jangan di dompet semua. saku celana,saku jaket, tempat hape, dan lainnya bisa jadi alternatif.

5. MASALAH: Membawa cadangan obat

Alhamdulillah, selama perjalanan gue nggak pernah sakit. Tapi di salah satu perjalanan, ada penumpang yang mabuk darat, dan sepertinya tidak bawa obat semacam Antimo. Berhubung gue bawa stok lumayan banyak, akhirnya gue kasih meskipun seharusnya obat itu diminum sebelum perjalanan. SOLUSI: kalau Anda sering mabuk dalam perjalanan, masuk angin, atau sakit perut dadakan, pastikan membawa obat-obatan secukupnya.

6. MASALAH: Membayar mahal untuk kamar ber-AC

Gue tipe orang termasuk selektif dalam memilih kamar untuk menginap. Kamar mandi jelek, gue tolak. Dinding kumuh, gue ogah, kasur nggak empuh nggak banget. SOLUSI: Emang sih itu artinya standar kamar nyaman buat gue itu adalah hotel. Tapi nggak yang sampai bintang 5. Sebatas melati pun oke. Gue prefer kamar AC karena biasanya kedap suara, jendelanya tertutup rapat kan? Persoalan selama berada di dalam kamar, AC gue matikan demi alasan menjaga stabilitas fisik, ya itu sih urusan laen.

7. MASALAH: Perjalanan di siang hari itu bukan dosa

Di beberapa blog traveler profesional, selalu menganjurkan agar perjalanan dilakukan pada malam hari. Ada yang karena menghindari kemacetan atau untuk menghemat hari traveling. SOLUSI: ketika gue ke Jepara, gue memilih berangkat pada pagi hari karena gue tipe orang yang suka melihat jalan. Gue ingin tahu di kota ini, keadaannya seperti apa. Kalau sudah malam mau lihat apa coba? Kalau kebetulan bus masuk wilayah kota kan nggak bisa dinikmati tho?

8. MASALAH: Tidak mendapat kamar yang murah meriah

Ketika akan menuju kota tertentu, gue jarang yang namanya booking kamar terlebih dahulu. Entah kenapa, gue yakin aja pasti bakal dapat kamar. SOLUSI: kalau booking dan ternyata kamarnya nggak enak, nanti malah menyesal. Risikonya adalah kalau kebetulan kamar dengan harga termurah sudah penuh, mau tidak mau harus mengambil kelas di atasnya yang selisih harganya bisa sampai 50.000.

9. Kehabisan uang receh

Uang receh di sini adalah mulai dari koin sampai pecahan 1.000, 2.000. 5.000, 10.000. Nah ketika traveling, uang receh itu sangat amat penting. Uang 50.00 juga penting sih, tapi kan susah kalau misalnya mau bayar bis atau becak. Biasanya tukang becak tidak punya uang receh yang cukup banyak. Kalau sudah gitu, kita deh yang repot sendiri nukerin uang. SOLUSI: kalau uang receh ini disimpan di dompet nggak masalah asalkan nggak membebani saku. Sediakan secukupnya.

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response