Satu Hari Bersamamu (Gramedia, 2012); Novel Mengharukan Penuh Makna

Satu Hari Bersamamu  diterbitkan Gramedia setahun silam setelah dialihbahasakan oleh Olivia Gerungan ke dalam buku setebal 248 halaman. Cukup melihat dari sampul depan, dapat diketahui bahwa isi buku tersebut akan melibatkan tokoh yang akrab dengan olahraga baseball. Dengan finishing sampul berteknik doff, novel Satu Hari Bersamamu menawarkan sebuah kesan serius dan miskin komedi. Disebutkan pula di bagian belakang sampul bahwa novel ini diperuntukkan bagi kalangan dewasa.

Satu Hari Bersamamu merupakan sebuah tulisan apik berupa penggabungan sebuah kisah nyata dengan cerita fiksi menjadi rangkaian yang saling menyempurnakan. Sulit rasanya menyebut karya ini sebagai sebuah biografi murni. Akan tetapi, adanya bukti-bukti yang sejalan dengan realitas membuat pembaca tertarik untuk mengetahui bagian akhirnya. Bukti-bukti semaca surat-surat dengan tanggal, bulan, serta tahun.

Satu Hari Bersamamu bukan yang pertama kali menawarkan sistem penceritaan dengan beberapa tahap. Seperti dongeng maupun cerita-cerita legenda yang memiliki daya tarik sepanjang masa dengan proses penceritaan dari mulut ke mulut. Penulis punya cara untuk tetap menyita konsentrasi pembaca agar tidak berhenti membaca novel ini hanya sampai di tengah jalan. Cara itulah yang dipilih.

Penutur pertama kisah kehidupan Charles Bonetto, si mantan pemain baseball, sempat mengecoh dan baru terjawab dengan jelas di akhir cerita. Hampir saja pembaca dibuat yakin bahwa si penutur dan penulis buku ini adalah orang yang sama. Keliru sama sekali. Keterkecohan pembaca berlangsung begitu lama tanpa disadari sama sekali. Ini disebabkan oleh kecerdikan untuk menyamarkan identitas.

Posisi Mitch Albom adalah penulis buku. Katakanlah dia mendapatkan sebuah kisah menarik dari seorang putri mantan pemain baseball berbakat yang menuturkan sebuah cerita berhikmah dan selayaknya orang lain mengetahuinya. Si penutur tersebut bernama Maria Bonetto alias Maria Lang. Dari perempuan tersebutlah cerita mulai bergulir.

Charles “Chick” Bonetto lahir sebagai anak pertama pasangan Leonard “Len” Bonetto dan Pauline “Posey” Bonetto, serta kakak dari Roberta Bonetto. Dia mendapati dirinya berada di antara kedua orangtuanya yang sama-sama egois. Memiliki keinginan dan obsesi masing-masing. Sang ayah mengharapkan Chick tumbuh menjadi seorang pemain baseball yang tangguh. Sementara sang ibu cenderung mendorongnya menjadi seseorang yang terpelajar dan memiliki sikap lembut.

Chick hanyalah anak laki-laki yang akhirnya memilih untuk selalu mengikuti kemauan sang ayah. Dia berusaha untuk menjadi apa pun yang dikehendaki karena itu adalah kepuasan tersendiri. Chick hanya berpikir bagaimana cara membuat ayahnya bangga dan merasa begitu sukar untuk mengikuti kemauan sang ibu. Tetapi sebuah perubahan besar membuatnya berubah.

Kedua orangtuanya bercerai karena sebuah pengkhianatan yang dilakukan sang ayah, termasuk meninggalkan keluarga begitu saja. Sejak saat itu Chick dan adiknya diasuh oleh sang ibu. Dia tidak pernah tahu seperti apa kesalahan sang ayah sampai menjauh dan menjaga jarak.

Chick disekolahkan oleh sang ibu yang bekerja keras dengan melakukan pekerjaan apapun. Menjadi perawat, penata kecantikan, sampai pembantu rumah tangga. Chick hanya tahu ibunya bekerja sebagai perawat dan penata kecantikan. Soal pekerjaan yang terakhir itu diketahuinya saat dia mengalami sebuah hari yang aneh.

Chick tumbuh masih berada di bawah bayang-bayang obsesi sang ayah. Menetapkan pilihannya sebagai pemain baseball dan meninggalkan bangku kuliah yang baru setahun dijalani. Dia jelas-jelas ingin menyenangkan sang ayah walaupun itu mengecewakan ibunya.

Langkah kehidupan bergulir hingga Chick menikah dan memiliki seorang anak bernama Maria. Dia yang ternyata gagal menjadi pemain baseball profesional mengalami nasib buruk dan seolah dewi keberuntungan berada jauh darinya. Klimaks kehancurannya terjadi ketika dia tertipu saat menanamkan modal untuk membangun sebuah bar berkonsep olahraga. Dua tahun saja usaha yang sempat ditentang sang istri, Catherine, jatuh bangkrut. Chick mengalami frustasi.

Tidak cukup sampai di sana. Uang yang melayang dengan mudahnya pun menjadi sumber pertengkaran dia dan istrinya. Segalanya menjadi di luar kendali. Keadaan yang memburuk terlalu sulit diperbaiki. Chick merusak dirinya dengan alkohol dan ketergantungan pada minuman keras. Tragis, di masa tersebut, sang istri dan anak semata wayangnya pergi meninggalkannya.

Berada dalam tekanan yang berat, Chick terpikir untuk mengakhiri hidupnya. Dia mengendarai mobil dalam keadaan mabuk lalu mengalami kecelakaan hebat. Pada saat itulah sebuah cerita lain bergulir. Sebuah kisah yang membuat Chick memutar kembali memorinya dari masa kecil hingga perasaan-perasaan bersalah yang sudah cukup lama bergelayut dalam pikirannya. Dia bertemu langsung dengan seseorang yang membuatnya menyesal dengan keadaannya kini.

Konflik yang dialami tokoh utama, Chick, merupakan permasalahan-permasalahan kompleks baik muncul dari dalam dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Dalam keluarga yang pada awalnya harmonis, terpercik sebuah gejolak ketika kedua orang tua Chick memutuskan berpisah karena sebuah alasan yang tidak dimengerti. Kedua orangtuanya rapat-rapat menyembunyikan alasan perpisahan sebab itu sebuah kesalahan fatal dan memalukan. Sebuah prinsip yang dilanggar ayah Chick dengan menduakan keluarga dan menikah dengan perempuan lain.

Konflik pribadi antara Chick – sang ayah maupun Chick – sang ibu merupakan konflik yang wajar terjadi dalam sebuah keluarga. Tidak memancing permasalahan besar dan redam dengan sendirinya.

Selanjutnya, konflik antara Chick dengan masalah keuangan. Ini bermula saat salah seseorang dengan kedok menawarkan Chick menanamkan investasi membangun sebuah bar sport. Awalnya usaha yang dijalankan Chick memberikan prospek menjanjikan. Sayangnya tidak berlangsung lama. Hanya dalam kurun waktu dua tahun Chick tidak bisa berkata apa-apa mendapati usahanya bangkrut.

Berimbas ke hubungan keluarga, kebangkrutan Chick memicu pertengkaran demi pertengkaran antara dirinya dan sang istri. Satu sisi dia telah merasa frustrasi, di sisi lain dukungan yang diharapkan datang dari keluarga justru nihil. Tidak hanya dijauhi oleh anak dan istri, Chick semakin depresi ketika mengetahui dirinya sudah tidak dianggap bagian dari keluarga. Pernikahan putri satu-satunya diadakan tanpa dirinya. Tanpa ada undangan. Hanya kabar yang dikirimkan kepadanya dalam bentuk foto. Chick semakin terhempas.

Kejadian kecelakaan yang disengaja Chick untuk mengakhiri hidup justru membawanya ke sebuah titik pencerahan. Antara tidak masuk akal dan perpaduan imajinasi untuk seorang manusia yang tengah menunggu maut menjemput, satu hari merupakan hari untuk melakukan evaluasi atas segala hal yang telah dijalaninya semasa hidup. Chick memang tidak benar-benar terhanyut dalam balutan penuh misteri. Sesekali dia pun seolah disadarkan dengan adanya suara-suara yang berusaha menyadarkannya.

Cerita dalam novel Satu Hari Bersamamu merupakan sebuah narasi sekaligus sugesti untuk berhati-hati dalam mengambil langkah. Hidup tidak akan terjadi dua kali. Sekali kehidupan berakhir maka tidak akan kembali lagi. Meski seorang manusia telah menyia-nyiakan kesempatan baik begitu saja, akan ada waktunya dia berada dalam situasi ketika semua kejadian di masa lalu diputar kembali sampai mulut terkunci rapat. Sepertinya itulah pesan yang perlu dicermati baik-baik.

Dari segi penceritaan, demi mengatasi kebosanan pembaca, trik untuk membolak-balik setting waktu ke dalam beberapa bagian dirasa berhasil. Rasa penasaran yang mengambang – tenggelam – mengambang lagi mengusik keingintahuan pembaca akan akhir dari kisah tersebut.

Teknik pemaparan yang lugas dan kecermatan penggunaan gaya bahasa pun menjadi nilai tambah tersendiri. Sesekali pemaparan yang ditampilkan memang terlalu bertele-tele walau itu dirasa tidak terlalu penting.

Kesulitan untuk memahami keadaan yang disetting tahun 60-an membuat pembaca generasi muda mengerutkan dahi untuk dapat merasakan situasi serupa. Misalkan untuk menampilkan lagu kesayangan Chick yang dibawakan penyanyi lawas.

Untuk penggemar kisah-kisah nyata yang unik buku ini dapat dijadikan tambahan koleksi yang cukup menarik. Tidak terlalu menguras air mata namun mengandung makna mendalam.

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response