Quickie Express (2007); Film Komedi Para Gigolo Muda

Quickie Express (2007); Film Komedi Para Gigolo Muda
Quickie Express (2007). Sumber gambar: IMDB

Pertama dengar judul Quickie Express, kupikir sebuah film animasi seperti Polar Express. Mungkin versi plesetan. Ternyata bukan. Sama sekali berbeda jauh. QP, singkat saja begitu, merupakan film buatan sineas negeri ini. Bukan animasi. Apalagi plesetan. Tapi QP adalah sebuah film komedi. Komedi ringan yang mengundang tawa panjang atau pun pendek. Tergantung seberapa besar selera humor yang dimiliki penonton.

Para bintang besar yang mengisi scene demi scene film Quickie Express boleh dikatakan menjadi modal yang tidak main-main. Tora Sudiro sebagai pemuda pekerja serabutan berambut gondrong ala pria jaman dulu. Lukman Sardi yang tidak diceritakan asal usulnya tapi punya latar belakang keturunan Arab sepertinya. Aming berperan sebagai seorang pemuja gaya hidup Rasta. Ketiganya punya satu persamaan. Dipertemukan dan dilatih sebagai seorang gigolo professional.

From zero to hero. Dari yang tidak punya kemampuan apa-apa menghadapi lawan jenis, berubah menjadi sosok gigolo paling hebat, meskipun para klien mereka tidak ada yang beres dan usianya sudah tidak lagi belia. Di masa pelatihan, Lukman Sardi diperlihatkan sebagai orang yang selalu memiliki poin lebih. Tapi sayangnya, tokoh utama QP adalah Tora Sudiro. Dengan bermodal badan besar dia terus dijadikan pusat penceritaan.

Alur cerita Quickie Express sebenarnya sangat sederhana. Tapi adanya konektivitas yang erat menjadi kelebihan tersendiri. Memang, bisa dikatakan film Quickie Express seperti cerita sinetron. Khas sekali. Karena penonton mudah menebak akhir cerita. Yah, memang tidak tepat seratus persen, karena sepertinya si penulis scenario sudah memperhitungkan hal tersebut.

Quickie Express mengingatkan aku pada film Berbagi Suami garapan Nia Dinata. Memang di film QP, sutradara kondang itu juga punya andil. Sebuah sebuah film seharusnya menjadi satu struktur yang amat kokoh dan terikat.

Quickie Express adalah sebuah tontonan yang kalau bisa tidak sampai terlewatkan. Jangan menunggu sampai versi VCD bajakannya keluar baru ditonton di rumah masing-masing. Tentu akan sangat menyenangkan bisa menertawakan adegan demi adegan kocak bersama orang-orang terdekat Anda di hadapan layar yang begitu besar, kan? Tapi jangan marah-marah kalau tawa Anda sama sekali tidak terpancing selama film ini berlangsung. Mungkin ada sedang stres atau ada tidak mengerti dengan film ini. Cobalah bertanya pada orang di sebelah Anda yang tertawa terbahak-bahak. Siapa tahu jika diceritakan olehnya Anda bisa mengerti jalan ceritanya dan tertawa.

Trailer Quickie Express:

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response