Permata Guest House; Tempat Menginap Ideal Semarang Jawa Tengah

Permata Guest House Semarang salah satu penginapan murah di dekat Simpang Lima, letaknya strategis dan tarifnya terjangkau.

 

Datang ke sebuah kota yang masih asing adalah sebuah hal yang penuh tantangan. Apalagi jika sifatnya tanpa rencana. Tapi inilah yang gue sukai. Karena tidak semua hal yang direncanakan itu ujung-ujungnya akan indah. Jadi biarkan terjadi begitu saja. Memang akan ada konsekuensinya. Antara lain bingung memilih tujuan.

Gue memutuskan berangkat ke Semarang pada Senin pagi 22 Januari 2012. Plan A gue adalah menjelajahi kota Solo, dan plan B adalah ke Semarang. Dua-duanya sama-sama kuar, tapi pasti dong ada salah satu yang dipilih.

Gue pilih Semarang karena ini adalah kota yang sebenarnya tidak sepenuhnya asing. Beberapa tahun lalu, kakak gue kuliah di UNDIP yang letaknya di Semarang Atas. Memang sih untuk ke kotanya jarang. Intinya datang sendiri ke pusat kota Semarang adalah hal baru. Dan itulah yang gue cari.

Pada dasarnya, Semarang adalah kota besar, secara ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Suasananya nggak akan jauh dari Jakarta atau Medan di mana akan ada banyak gedung-gedung besar dan tinggi. Jarangnya pepohonan membuat suhu di sini sangat menyegat. Agak berbeda dengan Solo yang lebih bersahabat.

Gue pertama sampai di Semarang turun di Terminal Terboyo. Sebenarnya turun di Terminal Banyumanik pun cukup. Tapi ya, boleh dong lihat-lihat keadaan terminal utamanya. Dan letaknya jauh banget. Karena tiba di Semarang sudah siang, sekitar pukul 10.30, jadi haram masuk kota. Padahal, gue sempat mikir, kalau langsung ke kota kan lumayan tuh.

Di Terboyo, gue naik ojek ke Simpang Lima. Ya, nama itu yang pertama kali terbesit di kepala. Pusat kota. Yang namanya city tour, pastinya kudu nginjek pusat kota lah ya. Perjalanan ke kota nggak begitu lama. Tapi udara yang panas lah yang membuat nggak nyaman untuk berjalan kaki. Gue akhirnya memilih masuk Ciputra Mall. Sebuah mall besar yang komplet banget. Semua barang ada di sana. Jadi wajar kalau bangunannya raksasa. Sampai mencari toilet pun susah banget, pertama karena di satu lantai mungkin hanya ada satu toilet dan letaknya tidak mudah ditemukan.

Muter-muter mall akhirnya jadi pilihan. Suasana imlek masik terasa, tapi tidak seheboh di Solo yang katanya memasang 1400 lampion. Yang ada di mall ini adalah patung naga emas, padahal kan tahun ini shio naga air (haduh apa sih).

Setelah capek muter dan kaki emang sudah pegal, akhirnya gue mencari foodcourt. Makan semangkuk sup pas banget deh rasanya. Soal harga, ya standar mall deh. Mahal maksudnya. setelah makan, baru deh mikir soal penginapan.

Nah, pas masih di Solo, gue sempat iseng browsing penginapan di Semarang, dan muncullah nama Permata Guest House. Dan tebak apa, gue dianterin tukang becak ke tempat ini. Mungkin karena Permata Guest House punya reputasi bagus bagi para wisatawan. Memang, dari sebuah artikel disebutkan jika Permata itu tempatnya homy banget.

Homy memang. Resepsionisnya ramah dan menjelaskan seputar kamar. Gue mengambil kamar standart karena memang sudah seperti fasilitas hotel, ada TV, kasur single 2 bed, AC, dan kamar mandi. Gue bayarlah uang sebesar 175 ribu.

kamar standar rupanya sedikit berbeda dari kamar kelas deluxe. Kamar mandinya di luar. Tapi memang ada air panasnya. Menurut gue, nggak masalah. Toh satu lantai (gue di lantai 3 di kamar 308), cuma ada 8 kamar dan sepertinya tidak penuh terisi. Posisi kamar gue pun di sebelah kamar mandi. So, nothing to lose.

Yang sedikit gue sayangkan adalah siaran TV yang nggak jernih. Mungkin antenanya suka goyang-goyang. Ya sudahlah, toh tujuan ke sana bukan untuk nonton TV tho ya. Dari segi kamar emang nyaman kok. AC-nya bagus walaupun lebih banyak gue matikan karena takut kedinginan.

Fasilitas sarapan di Permata Guest House lumayan baik. Menunya adalah nasi goreng atau roti. Minumannya kopi atau teh. Gue nggak makan banyak karena setelah sarapan harus langsung check out dan cari bis pulang ke Jogja. Di Permata Guest House tersedia kafe. Ada beberapa menu yang bisa dipesan di sana, tapi gue nggak sempat nyoba karena sibuk jalan-jalan di sore harinya setelah sempat tidur sejenak mengembalikan tenaga.

Oh ya, kalau ingin ke Semarang, Permata Guest House boleh jadi pilihan menginap lho. Cek aja webnya permatagh.com. Bisa reservasi juga di sana. Lokasinya dekat dengan Simpang Lima. Banyak tukang becak yang nongkrong di sekitar sana, jadi mau ke mana-mana nggak masalah. Tarifnya sih 10 ribu. Tapi yang pinter nawar mungkin bisa dapat lebih murah.

PERMATA GUEST HOUSE SEMARANG
SINGOSARI XII NO.1 SEMARANG
TELP. (024) 8315345, 8316395
FAX.(024) 8450620
MOBILE. 08995975795
BB. 2469E98F
EMAIL. permata_guesthouse@yahoo.com
www.permatagh.com

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response