Pecel Madiun Berkat; Sarapan Pagi di Malioboro Jogja

Selain Pecel Madiun Berkat, sebenarnya ada banyak tempat makan lain di pedestrian yang baru saja selesai dibangun di sepanjang Jalan Malioboro alias pusat berbelanja kota Jogja. Ada bubur ayam, nasi rames, nasi kuning lontong sayur dan sebagainya. Penjual minuman pun mudah ditemui.

Semenjak dibangun area khusus pejalan kaki, Malioboro terlihat lebih tertata. Semua kendaraan bermotor harus diparkir di tempat-tempat yang telah ditentukan, salah satunya taman parkir Abu Bakar Ali, pangkal Jalan Malioboro. Motor-motor dilarang keras memasuki pedestrian yang dibangun dengan biaya mencapai 21 miliar rupiah. Becak-becak dan delman akhirnya parkir di sisi barat.

Pecel Madiun Berkat; Sarapan Pagi di Malioboro Jogja
Sumber gambar: TapakRantau

Weekend ini, saya dan seorang kolega bersepeda keliling kota Jogja lalu berhenti sarapan di Pecel Madiun Berkat. Kata teman saya, pecel yang satu itu rame dan terkenal. Setelah menemukan tempatnya, letaknya strategis hingga mudah dicapai para wisatawan yaitu di depan Mal Malioboro, kami memarkir sepeda dan memesan 2 pincuk pecel.

Tidak banyak bangku yang kosong. Di pagi hari, orang-orang sepertinya sengaja mengagendakan ke Malioboro. Lagi pula cuaca pagi mendung, mendukung untuk jalan-jalan. Kami duduk tidak jauh dari gerobak tukang pecel yang berwarna hijau. Ada kursi-kursi plastik yang disediakan di sana, tapi orang-orang lebih memilih duduk di bangku-bangku kayu atau selasar mal.

Sesekali saya melihat goweser melintas, tapi tidak berhenti makan seperti kami. Saya pesan pecel tanpa nasi lauk 2 potong tempe, teman saya pakai nasi dan 2 potong tempe juga. Harganya sama saja ternyata. Di sebelah gerobak pecel ada penjual susu murni untuk menetralisir rasa pedasnya pecel. Sebenarnya tidak terlalu pedas, tapi untuk ukuran pagi hari, lumayan juga di lidah.

Harga untuk satu pincuk pecel 10 ribu rupiah. Jika ada yang komplain dengan mahalnya harga untuk pecel, coba pikir-pikir lagi, apa iya orang ke sana untuk makan pecel doang? Saya pribadi betah lama-lama di sana, menikmati suasana kalem untuk sebuah perkotaan yang di masa liburan padat luar biasa. Orang-orang lalu-lalang. Pengamen, pengemis datang dan pergi. Sewa tempat di sana pun pastinya tidak murah. Harga segitu pantaslah. Tempatnya bersih, pelayanannya pun baik meski kita harus sabar menunggu giliran dilayani. Untuk berfoto pun tidak mengecewakan, sbuah tempat publik yang siapa pun bisa berada di sana.

Coba deh makan di Pecel Madiun Berkat. Jangan dibungkus. Makan di sana sambil menikmati Malioboro dan akan tutup menjelang jam 9 pagi.

Jogja, 7 Januari 2016

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response