Pantai-Pantai Gunungkidul Jogja Selalu Menarik Perhatian

Saya penggila pantai, goda saya dengan foto-foto pantai yang cantik maka saya akan datang sekarang atau nanti. Keberadaan saya di Jogja pun selain takdir Ilahi, saya anggap sebagai sebuah jalan untuk semakin menggilai pantai, bukan gunung, bukan mal, bukan klub malam.

Saya akui, Jogja sangat kecil, tapi menjadi begitu luas dengan adanya jejeran pantai mulai dari Parangtritis dan teman-teman, Glagah dan teman-teman, serta teman-temannya Baron.

Gunungkidul memang sebuah tempat ajaib dengan begitu banyak bibir pantai, sebagian besar sudah saya datangi. Sisanya kapan-kapan deh. Buat yang ingin mencari referensi sejumlah pantai di Gunungkidul, coba baca artikel ini sampai selesai.

pantai timang

  • Jung Wok
    Pantai ini terpencil, aksesnya dari Wediombo dengan berjalan kaki melewati area persawahan. pastikan Anda tidak lupa dengan jalan yang Anda lewati karena cukup berkelok-kelok. Karena sulit dijangkau, maka tidak ada yang berminat berjualan atau membuat toilet di sini. Bawalah alat pancing, karena banyak yang melakukannya di sana.
  • Wediombo
    Dari Baron, pantai ini bisa dibilang jauh sekali. Tapi perjalanan jauh akan terbayar dengan pemandangan yang berbeda. Ombaknya lumayan keras dan terdengar seksi. Katanya sih bisa buat surfing, tapi saya belum menyaksikan langsung.
  • Timang
    Nah ini, pantai yang keren punya. Katanya sih pantai, eh tapi pantainya malah jadi pehatian nomor sekian. Karang di tengah-tengah laut adalah pusat perhatian mereka yang mau susah payah ke sini. Susah payah karena kondisi jalan belum beraspal. Parkir gratis dan tidak ada penjual makanan. Tidak salah kan kata saya tadi. Karang itulah daya tariknya, plus gondola yang terhubung ke sana. Sayangnya, tidak ada operator yang bertugas mengantarkan ke karang.
  • Pok Tunggal/Pulang Syawal
    Pantai yang ramai dan fasilitasnya lengkap. Tersedia penyewaan payung dan tikar, seperti halnya di Indrayanti bagi yang tidak ingin menghitamkan kulit. Tidak mau kalah, ada pula bagian karang yang bisa didaki untuk melihat laut lepas
  • Indrayanti
    Pantai ini mengingatkan saya akan Watu Dodol di Banyuwangi, terletak di tepi jalan sehingga terlihat ramai cenderung semrawut. Pilihan makanan di sini makin beragam ketimbang Sundak, selain makanan juga ada suvenir lainnya. Jangan datang ketika hari libur, karena padat luar biasa. Padahal tarif makanan di sini cukup mahal lho. Untuk penginapan ada banyak pilihan, atau bisa juga menginap di Sundak, toh jaraknya tidak sebegitu jauh.
  • Sundak
    Sundak dan Indrayanti adalah primadona yang tidak mau kalah bersaing dengan Baron. Ya, terlihat dari fasilitas yang lengkap. Penginapan dengan berbagai tipe, menu makanan, parkiran luas, dan bebas bermain air.
  • Sadranan
    Jika ingin menyendiri dan menginap, Sadranan menjadi jawabannya. Mau hotel murah atau vila, ada di sini. Juga dijadikan tempat untuk nyadran.
  • Slili
    Slili dan Sadranan letaknya bersebelahan. Keduanya belum sepopuler Krakal, namun tidak ada salahnya memilih datang ke sini. Fasilitasnya standarlah.
  • Krakal
    Pantai yang juga sudah cukup populer dan mudah diakses. Tentunya fasilitas sudah tidak perlu ditanyakan. Semuanya lengkap. Sangat ramai jika hari libur.
  • Drini
    Pantai ini bisa untuk rombongan besar. Parkir luas, banyak warung penyedia menu ikan segar, ada toilet dan masjid. Di Drini juga ada karang yang bisa didaki, jika air sedang surut. Letaknya sekitar 15 meter dari pantai. Atau jika kebetulan air tidak surut, silakan berenang, tidak begitu dalam kok.
  • Watu Lawang
    Pantai ini diapit oleh Drini dan Watu Kodok. Jika Anda datang dari arah Baron, pilih belokan menuju Drini yang pertama, maka itu akan mengantarkan Anda ke Watu Lawang sebelum menuju Drini. Ada karang besar yang bisa Anda daki dan dari sana bisa melihat laut lepas yang indah, ada pula pondok-pondoknya, tidak perlu khawatir kepanasan. Fasilitas parkir, toilet, warung makanan ada. Tapi bila ingin seafood segar, nikmati saja di Drini.
  • Ngobaran. Ini adalah sebuah pantai yang mistis, termasuk tahu dari acaranya Tukul ketimbang teman-teman saya yang orang Yogyakarta asli. Ah ya, sebagian besar teman saya yang penduduk sini malahan mengaku belum mendatangi beberapa pantai yang sudah saya jamah, termasuk yang orang Gunungkidul. Coba tanyakan juga pada teman-teman Anda yang berdomisili di Yogyakarta, apakah jawabannya serupa? Lokasi pantai ini bersebelahan dengan Nguyahan, dan tidak jauh dari Ngerenehan. Akses mudah dan kondisi jalan baik. Banyak warung penyedia makanan. Tempat parkir luas. Toilet tersedia.
  • Nguyahan. Meski bertetangga dengan Ngobaran, karakter pantai ini berbeda, tanpa aura mistis. Pesisirnya luas dan tidak banyak karang raksasa yang siap menangkis terpaan ombak yang keras. Akses mudah dan kondisi jalan baik. Banyak warung penyedia makanan. Tempat parkir luas. Toilet tersedia.
  • Ngerenehan. Pantai ini tidak seberapa besar, malah lebih tepat disebut sebagai kampung nelayan. Airnya tenang dan debur ombak hanya terdengar di kejauhan. Akses mudah dan kondisi jalan baik. Banyak warung penyedia makanan, terlebih pecinta seafood segar. Tempat parkir luas. Toilet tersedia.
  • Baron. Pantai pertama dan paling populer. Soal fasilitas lengkap, termasuk penginapan. Tolong perhatikan tanda larangan berenang, demikian juga di pantai lainnya. Palung laut dan arus dalam adalah ancaman serius.
  • Kukup. Sebagai tetangga Baron, pantai ini pun juga sudah lengkap dalam hal fasilitas. Bus-bus besar bisa masuk dan juga tersedia penginapan.
  • Sepanjang
    Katanya pantai ini mirip Kuta, dengan pesisir pantai yang panjang. Buat yang ingin berolahraga, susuri saja dari ujung satu ke ujung lainnya, dijamin akan membakar banyak kalori. Fasilitas parkir, toilet, dan warung makan ada, tapi bukan menu ikan segar seperti di Ngerenehan. Bawa bekal jika tidak berminat dengan mi instan.
  • Watu Kodok
    Pantai ini tidak ada apa-apanya, hanya pantai. Wajar jika sepi, tapi menguntungkan bagi yang justru mencari suasana sepi. Dapat diakses dari Watu Lawang.
  • Sadeng
    Pantai yang kurang lebih sama dengan Ngerenehan, penuh dengan perahu-perahu nelayan. Ada warung makan dan toilet tapi belum dikelola secara serius. Kondisi jalan menuju tepi pantai belum teraspal dengan baik.

 

Jogja, 5 Oktober 2014

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response