Munich (2005); Film Tentang Aksi Terorisme Arab Saat Olimpiade Munich

Munich disutradarai Stephen Spielberg (Schindler’s List).┬áTidak mengherankan jika film yang berlokasi di Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat mengenai aksi terorisme berbalas-balasan antara Arab dan Israel akan lebih banyak berpihak pada Israel.

Permusuhan Arab dan Israel dalam film ini dimulai dari adanya aksi terorisme pada delegasi Israel yang sedang mengikuti Olimpiade di Munich tahun 1973. Merasa naik darah atas perbuatan itu, Israel melalui agen Mossad pun tidak mau tinggal diam. Avner, seorang pria Yahudi berdarah Jerman, dipilih sebagai salah satu agen yang ditugaskan menghabisi 11 target yang tersebar di Eropa maupun negara Arab. 4 kawannya yang lain adalah Steve (Daniel Craig-Spectre, Skyfall), Carl, Robert, dan Hans.

Munich; Film Tentang Aksi Terorisme Arab Saat Olimpiade Munich
Sumber gambar: addressofmovie.wordpress.com

Jangan bayangkan kalau mereka ini bakal seperti superhero yang dengan mudah menghabisi nyawa musuhnya. Avner bukanlah seorang pembunuh berdarah dingin yang begitu mantap memimpin timnya. Penugasan sebelumnya membuat dirinya lama-kelamaan paranoid. Tapi tugas itu memang dibayar dengan tinggi. Untuk menyambut anak pertamanya, tentu butuh modal besar.

Membunuh target memang gampang-gampang susah. Karena dilarang untuk melukai orang sipil. Tapi di salah satu peledakan, korban sipil tidak bisa terhindarkan. Bom yang dipasang di tempat tidur target konon kekuatannya jauh di luar perkiraan, begitu kata si ahli rakit bom. Muncul kecurigaan, jika bom itu sengaja disabotase oleh satu pihak yang mereka tidak yakin berpihak pada organisasi atau negara mana.

Tidak hanya menghadapi musuh tak dikenal, tim ini mendapat balasan yang sama kejamnya. Avner mulai ketakutan ketika teman-temannya juga harus meregang nyawa. Setidaknya itu membuat Munich tidak melulu memperlihatkan bahwa Israel menjadi pihak yang dirugikan dan diteror.

Trailer Munich:

Jogja, 8 Mei 2015

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response