Miss You, Luna; Curhatan Kangen buat si Kura-kura

Miss You Luna. Ini adalah curhatan kangen gue buat Luna yang sudah setahun menghilang tanpa meninggalkan jejak apa pun. Terdengar drama memang.

 

Aku kangen banget sama Luna. Kayaknya udah setahun lebih nggak ketemu dia. Sejak kepergiannya hari itu sampai detik ini, aku masih mikir, dia sebenarnya ada di mana. Mau nanya juga bingung. Mau nanya sama siapa?

Luna hilang, hilang dari kandangnya. Lho kok kandang? Okelah, bukan kandang, tapi akuarium. What?!

Luna adalah kura-kura peliharaanku yang umurnya waktu itu sekitar 2 tahun. Udah ngerti semua? Dia hilang seperti… diculik atau entahlah. Kalau melarikan diri sepertinya tidak mungkin. Dia kan (dan semua kura-kura brazil sepertinya) paling susah yang namanya manjat. Badannya berat apalagi kerapasnya yang keras kayak batu. Dia harus memanjat tepian akuarium (sebenarnya ember doang, bukan akuarium beneran sih) plus menahan gaya gravitasi yang—maaf—rumusnya saya tidak hafal luar kepala.

Aku memang sempat berspekulasi kalau dia dibawa lari tikus yang suka wara-wiri atau mungkin kucing. Tapi, hmm saya kurang yakin. Emang kura-kura dagingnya enak ya? Kata orang sih enak, sama kayak daging ular atau komodo. Kenapa jadi ngomongin daging binatap reptil sih?

Fokus lagi ke si Luna yang menghilang secara misterius itu. Jujur aku sempat menangisi kepergiannya. Bodo amat dah dibilang cengeng. Yeah walaupun aku bukan tipe penyayang kura-kura sejati, tapi kan aku tetap ngasih makan, gantiin air di embernya, ngejemur di pagi hari.

Yang bikin lebih sedih lagi, kalau lihat si Maya (temannya si Luna) sendirian. Luna? Maya? Ya ya, iseng ngasih nama itu. Mirip nama selebriti yang dulu sempat jadi host Dahsyat di RCTI itu sebelum hengkang gara-gara kasus video itu tuh.

Akhirnya aku membelikan kura-kura lagi, tapi yang lebih kecil. Kuberi nama Joyie. Imut ya. Sampai detik ini, Joyie masih tampak imut, karena tubuhnya memang lebih kecil dari Maya. Mereka hidup rukun meski kalau kuberi makan pasti rebutan kayak seminggu nggal dikasih makan.

That’s my story about Luna yang hilang. Sudahlah, kalau mungkin dia sudah tidak mungkin kembali lagi ya tidak apa-apa. But, I’d really miss you….

 

Jogja, 23 Juni 2011

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response