Kamulah Satu-satunya (2007); Film dengan Bintang Tamu Dewa 19

Kamulah Satu-satunya (2007); Film dengan Bintang Tamu Dewa 19
Kamulah Satu-satunya (2007). Sumber gambar: moviepostershop.com

Kamulah Satu-satunya murni bertema hiburan buat para penontonnya. Asli, kocak banget! Di sini ada Nirina, Junior, Didi Petet, plus Dewa 19. Nah, film ini bercerita tentang seorang gadis dari kampung nelayan yang penggemar band Dewa 19 bernama Inda (Nirina Zubir). Dia berusaha agar mendapatkan tiket nonton konser band kesayangannya lewat kuis-kuis di televisi. Tiba waktunya pengumuman pemenang ternyata Indah gagal menjadi pemenang yang bisa bertemu langsung dengan idolanya. Akan tetapi dia mempunyai ide untuk merayu salah seorang pemenang yang berasal dari kecamatan yang sama agar mau memberikan tiketnya. Untuk itu dia mengajak Bowo (Junior) untuk melaksanakan rencananya.

Cerita pun bergulir, kupon yag dia inginkan pun ada di tangan. Akan tetapi, saat berada di Jakarta seorang pria menipu dan membawa lari kupon tersebut. Alhasil, Indah patah semangat. Ayah Indah yang tahu bahwa putrinya ke Jakarta seorang diri segera menyusul sambil mengajak Bowo. Mereka dengan pengetahuan seadanya pun tiba di ibukota. Mereka tidak terlalu sulit menemukan tempat konser Dewa. Sayangnya, mereka berdua tidak melihat Indah. Mereka pun menunggu. Setelah beberapa alur mengalir, Indah pun akhirnya sampai namun justru dia terkena musibah dan pingsan. Alhasil, dia terbangun saat konser telah selesai. Meski kecewa tidak bisa melihat pertunjukan sang idola secara langsung namun Indah menyadari bahwa ada hal yang lebih penting untuk dia miliki. Yang pasti bukan hanya mimpi yang tidak pasti.

Kamulah Satu-satunya bisa benar-benar memancing tawa penonton baik dari dialog maupun tingkah laku para pemerannya. Sinematografinya pun luar biasa. Langit terlihat sangat indah dengan taburan bintang-bintang di malam hari. Hanya saja entah karena iklan ini disponsori oleh produk rokok, tiba-tiba tokoh Bowo menjelang akhir cerita diperlihatkan merokok. Belum lagi, begitu banyaknya pernaik-pernik Dewa yang sangat jelas diperlihatkan dalam setiap scene sehingga agak berlebihan mengingat ini bukanlah film biografi.

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis