Habibie & Ainun (2012); Film Tentang Kisah Cinta Habibie

Habibie & Ainun (2012); Film Tentang Kisah Cinta Habibie 2
Sumber gambar: moviepostershop.com

Habibie & Ainun. How’s the movie? Great, I guess. Dengan menonton film ini, gue jadi nggak perlu lagi baca bukunya yang sudah bestseller itu (hmm bawaan males ya gini sodara-sodara). Film ini buat gue nyaris menjadi sebuah film biografi yang totally perfect kalau nggak banyak pesan sponsor. Seriously Guys, ganggu banget ketika kita melihat dalam sebuah pesta pernikahan terpajang botol sirup dan Chocolatos. Atau orang pake Fresh Care gitu saat Ainun mau berpidato. Atau tiba-tiba anaknya Habibie naruh sekotak Chocolatos di atas meja. Apa untuk membuat film bagus, harus banget ya mamerin sponsor meskipun itu nggak masuk di akal? Oke, whatever soal itu. Hal lain yang menurut gue membuat film ini nggak sempurna adalah detail. Satu hal kecil, soal kebiasaan Habibie memakai jam tangan. Coba deh kalau udah nonton film ini, perhatiin ada yang nggak konsisten. Habibie itu punya kebiasaan pake jam tangan yang menghadap ke dalam, tapi beberapa scene menghadap keluar.

Soal pemilihan pemeran, gue rasa juga nggak begitu tepat. Okelah kalau Reza Rahardian itu bisa meniru Habibie, tapi dia terlalu jangkung, men! Dan gue mempertanyakan mengapa dia tidak dimake-up tua ketika dia memerankan Habibie Tua? Takut gantengnya hilangkah? Atau nggak punya tukang make up spesialisasi karakter tua?

Habibie & Ainun (2012); Film Tentang Kisah Cinta Habibie
Sumber gambar: IMDB

Oh ya gue belum cerita apa sih isi film Habibie & Ainun. Kisahnya dimulai dari tahun 1953, ketika itu Habibie dan Ainun satu sekolah dan duduk di bangku SMA. Karena sama-sama berotak encer, keduanya dianggap berjodoh. Setelah lulus, Habibie kuliah mesin di Jerman. Dia memang seorang jenius yang tekun menimba ilmu hingga dia mengidap TBC tulang. Ketika sakit , dia menulis sebuah sumpah untuk memajukan tanah air.

Suatu kali, Habibie berlibur ke Bandung, dia kembali bertemu dengan Ainun yang sudah tubuh menjadi gadis yang putih dan cantik, beda dengan saat sekolah dulu. Habibie pun jatuh cinta padanya. Banyak saat itu kaum lelaki yang mengharapkan Ainu, tapi Ainun memilih Habibie. Tidak berselang lama pacaran, mereka pun menikah. Ainun ikut ke Jerman dan tinggal di sebuah flat sempit. Anak pertama mereka lahir. Saat itu, karier Habibie sudah mulai bersinar. Dia menangani projek kereta api dengan sebuah perusahaan di sana.

Habibie sebenarnya ingin mengabdikan dirinya di Indonesia. Sayang, pemerintahan Orla tidak memberinya kesempatan. Barulah pada tahun 1973 ia resmi dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk ikut membangun negara. Habibie pun pulag ke Indonesia sendirian karena Ainun bekerja sebagai dokter anak di sebuah rumah sakit di Jerman.

Karier Habibie terus berkembang hingga ia dijadikan Menristek. Saat itu, mulai ada pihak-pihak yang mengincar ide-ide briliannya. Sogokan demi sogokan pun diberikan padanya tapi ia menolak. Ia bahkan tidak peduli jika hal itu nantinya akan menjadi bumerang dirinya sendiri.

Saat Orba guncang, Habibie juga terkena imbasnya. Tidak sedikit pihak yang juga menudingnya memakan hasil korupsi. Naiknya Habibie ke puncak kekuasaan tidak membuat ia menjadi disukai semua orang. Isu korupsi tidak kunjung lepas darinya. Ia kena imbas juga dan didemo sampai akhirnya ia turun tahta.

Habibie & Ainun gue rekomendasikan untuk ditonton, animo masyarakat juga besar melihat sudah di hari kedua masih aja rame, sama seperti 5 CM kemarin. Buat yang di Yogyakarta, bisa menyaksikannya di Studio 21 maupun Empire XXI. Dont miss it!!

Trailer Habibie & Ainun:

XXI Cafe, Yogyakarta, 22 Desember 2012: 22:22 PM

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis