Fried Green Tomatoes (1991); Film Tentang Cinta yang Abadi Sampai Tua

Fried Green Tomatoes (1991); Film Tentang Cinta yang Abadi Sampai Tua
Fried Green Tomatoes (1991). Sumber gambar: IMDB

Fried Green Tomatoes berkisah tentang Evelyn Couch yang mengalami fase bosan lelah dengan kehidupan rumah tangga. Stres membuatnya terus-menerus makan hingga bentuk tubuhnya berubah di usia yang makin tua. Ed, sang suami, menjadi lebih cuek. Hal-hal romantis tidak lagi menarik perhatiannya. Sepulang kerja, yang dicarinya bukan lagi sang istri maupun hidangan yang dibuat dengan sepenuh hati, tapi pertandingan olahraga di televisi.

Evelyn pun merasa tidak diterima oleh keluarga Ed. Bibi Ed yang berada di panti jompo, tidak pernah mau menemuinya. Tidak diceritakan mengapa Evelyn mendapatkan perlakuan seperti itu.
Ninny Threadgoode adalah salah seorang penghuni panti jompo yang merasa senang dengan kedatangan Evelyn. Seorang pencerita yang membuat Evelyn penasaran dengan kelanjutan kisah Idgie Threadgoode, seorang anak perempuan yang menjadi sosok inspirasi kaum perempuan yang ingin mendapatkan kebahagiaan.

Idgie memiliki seorang kakak yang sangat menyayanginya. Buddy namanya, yang tidak pernah membully dan memojokkannya. Sayang, Buddy dipanggil Tuhan di saat Idgie belum siap untuk ditinggalkan. Idgie berubah menjadi anak yang pemurung. Berhari-hari dia dirundung kesedihan mendalam. Bercampur juga dengan kebenciannya pada Ruth. Kecelakaan yang menimpa Buddy sebenarnya bukanlah kesalahan Ruth, tapi Idgie masih terlalu kecil untuk mengerti.

Cerita Ninny diselang dengan cerita kehidupan Evelyn yang belum juga menunjukkan perubahan. Segala cara dilakukannya, termasuk ikut kursus seks bersama beberapa kawannya. Berdiet ketat dan berdandan juga tidak serta-merta mengubah Ed seperti apa yang Evelyn inginkan. Sampai akhirnya, Ninny menceritakan bagaimana Idgie melakukan pemberontakan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, sampai membobol dinding rumah. Sepertinya semangat Idgie dimaknai berbeda oleh Evelyn.

Dua cerita dengan dua ending berbeda, yang satu sedih dan satunya bahagia.

Setting tempat kedua cerita ini sama, yaitu Alabama. Idgie hidup di era tahun 1920-an dengan rasisme tinggi terhadap orang-orang kulit hitam yang hidup berdampingan dengan masyarakat kulit putih. Kebencian yang ditandai dengan pemisahan tempat duduk dan pembatasan akses terhadap fasilitas publik. Evelyn dan Ed pun berada di Alabama dengan setting waktu 1990-an di mana kehidupan rumah tangga begitu mudahnya menjadi rapuh dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal.

Satu benang merah dalam cerita ini adalah restoran Fried Green Tomatoes, yang menyisakan sejarah hidup dan cinta bagi Idgie.

Trailer Fried Green Tomatoes:

Jogja, 28 Mei 2015

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response