Bimbingan KampusFiksi; Wadah Para Penulis Pemula untuk Berkarya

Saya tidak begitu ingat kapan tepatnya full diserahi tugas bimbingan KampusFiksi. Buat yang belum tahu KampusFiksi, ini adalah sebuah wadah bagi para penulis muda untuk memperdalam teknik menulis, editing, hingga dunia perbukuan masa kini. Lain kali saja saya jelaskan lebih panjang ya :).
Setelah para peserta menjalani agenda selama 2 hari, mereka bisamendapatkan fasilitas bimbingan menulis novel. Dulu, fasilitas ini dipegang langsung oleh Pak Edi lalu diserahkan kepada saya.
bimbingan KampusFiksi berlangsung secara online, intinya adalah mengawal si penulis dalam mengerjakan novelnya. Ide novel berasal dari mereka dan saya seleksi terlebih dahulu. Teknisnya adalah per bab. Tidak beda jauh dengan bimbingan skripsi yang pernah saya lakukan di masa kuliah dulu.
Awalnya, jumlah alumni yang saya bimbing ini tidak begitu banyak. Lama-kelamaan bertambah, di samping saya juga memegang beberapa proyek menulis dengan sistem bimbingan juga. Bedanya, untuk yang proyek menulis, memang ada tenggat waktu, 4 bulan.
Lalu saya kemudian mendiskusikan dengan Pak Edi, bahwa seharusnya bimbingan KampusFiksi juga diberikan tenggat waktu. Dengan beberapa pertimbangan, alumni yang ide sudah acc terus masuk, sementara bimbingan lama mandek dengan berbagai alasan pribadi. Untungnya, dia menyetujui usulan saya. Tinggal eksekusi aja nih, pikir saja.
Saya lalu mengirimkan surat kepada setiap alumni bimbingan, dengan sebelumnya mengecek file mereka. Berapa orang yang sebenarnya berada di posisi terancam tereliminasi. Sebagian besar rupanya. Dan memang, di surat itu saya menyebutkan bahwa naskah bimbingan yang stop di tengah jalan maka nantinya akan diperlakukan sama dengan naskah reguler, harus dievaluasi dulu. Sepertinya ini yang membuat mereka khawatir. Kenapa? Saya kalau mengevaluasi nggak merem lho, dibaca kok (sebagian) hahaha.
Untuk bimbingan KampusFiksi angkatan 7 ada modifikasi sistem baru yang baru saya dan tim rancang. Beruntunglah mereka yang masuk mulai angkatan ini. Modifikasi tersebut ditujukan untuk semakin mempertajam kemampuan teknis sebelum masuk ke penulisan novel.
Akan ada 4 mentor yang mengawal hingga mereka benar-benar jadi alumni yang “istimewa”, termasuk saya di sana, udah kayak Indonesian Idol aja ya. Tapi begitulah. Saya harap, ini benar-benar mengasah skill para alumni dan bisa bersaing dengan para penulis lainnya.
Jogja, 23 Maret 2014
Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response