Jawaban untuk Pergi; Bahas Cerpen Asmira Fhea

Cerpen Jawaban untuk Pergi ditulis oleh Asmira Fhea dan termuat dalam antologi Gadis 360 Hari yang Lalu hlm. 160-170. Dan berikut adalah analisis struktural dengan mengupas tema, plot, konflik, penokohan, setting.

Tema
Tak bisa menerima masa lalu orang yang dicintainya

Plot dan alur
Menggunakan alur flash-forward,dengan beberapa tahapan adegan:

Raisya bertemu dengan sosok Andri di Kota Tua
Andri kemudian menceritakan dirinya empat tahun lalu bersama seorang gadis bernama Septi
Cerita itu membuat Raisya merasa cemburu, karena ia menyukai Andri.
Andri kembali bercerita tentang Septi hingga gadis itu meninggal karena sakit kolera.
Mendengar cerita Andri, Raisya kemudian meninggalkan lelaki itu dengan perasaan yang hancur.

Konflik
Konflik yang dominan dalam cerita Jawaban untuk Pergi adalah konflik eksternal, yaitu antara tokoh Raisya yang menyukai Andri dan Andri yang masih belum bisa melupakan sosok Septi.
Tahap penanjakan konflik: penanjakan konflik mulai terjadi ketika Andri seolah tenggelam dengan sosok Septi yang begitu berpengaruh pada dirinya. Tanpa sadar, ia semakin membuat Raisya cemburu ditambah ketika mengetahui bahwa Andri yang dahulu berbeda dengan yang sekarang.
Klimaks: Raisya meluapkan emosinya pada Andri hingga ia terisak dan mengabaikan perasaannya.
Penyelesaian: Raisya memilih meninggalkan Andri yang memiliki masa lalu yang tidak bisa ia terima dengan mudah.Tokoh dan penokohan
Raisya: di sini berposisi sebagai tokoh utama protagonis, seorang gadis yang menyimpan perasaan mendalam pada seorang pria bernama Andri. Tipikal perempuan yang di satu sisi pemalu tetapi berani mengungkapkan perasaan lebih dulu pada lawan jenisnya (hlm. 161). Seorang perempuan yang labil karena di awal cerita dia terkesan dewasa, tetapi di akhir cerita dia begitu mudah marah.
Andri/Ance: berperan sebagai tokoh utama protagonis. Ance adalah sosok pria baik yang perilakunya gemulai, terlihat dari caranya berbicara (hlm. 161). Ramah dan mudah bergaul dengan orang yang baru dikenalnya (hlm. 162). Andri adalah sosok pria maskulin yang menarik di mata Raisya (hlm. 161).
Septi: Tokoh pembantu yang kemunculannya melalui cerita-cerita Andri. Gadis kecil yang menjadi teman baik Ance, putri dari penjual soto di depan Museum Fatahillah (hlm. 166). Periang dan mudah bergaul.

Setting
Kota Tua, Jakarta

Yogyakarta, 13 Juni 2014

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response