1989; Album Taylor Swift Laris 1 Juta Kopi dalam Seminggu

1989, album terbaru Taylor Swift  dirilis dua tahun setelah RED tahun 2012. Sebuah album yang benar-benar pop, so goodbye country, genre yang diusung Taylor sejak album Taylor Swift (2006).

Enam tahun sudah cukup bagi Taylor untuk mengukuhkan posisinya sebagai penyanyi muda berbakat yang punya fans begitu besar. Dalam seminggu, satu juta kopi album (bukan cuma single) diborong oleh para penggemarnya. Pihak label sudah memperhitungkan angka ini dengan berkaca pada RED dua tahun sebelumnya.  Saya bisa dibilang bukan berat atau Swifties, yang memburu tiket konsernya yang harga termurahnya adalah 800.000 dan termahal 4.000.000 di Jakarta kemarin. Tapi jujur saja, orang ini untuk ukuran selebriti ya istimewa. Terlalu down to earth, terlalu sering di-bully orang banyak sampai selebriti segala, terlalu perhatian sama penggemarnya, dan terlalu-terlalu lainnya.

Selain fans yang setia, Taylor memang menyimpan bakat besar dalam bermusik. Dia menulis sendiri lagu-lagu di albumnya. Temanya tidak jauh-jauh dari cinta. Ketika usianya masih remaja, lirik-lirik lagunya berkisar soal naksir teman sekelas, putus cinta, dan di-bully sama teman-teman seusianya. Kemampuan Taylor untuk menulis lirik-lirik yang ringan dan musik yang sederhana, membuatnya semakin mudah digilai para remaja.

Konser-konsernya selalu sold out tidak hanya ketika di Jakarta, karena di mata orang, penampilannya ketika di panggung benar-benar terkonsep dengan matang. Kualitas suaranya tidak perlu ditanyakan lagi. Interaksinya dengan penggemar dari atas panggung pun menjadi kejutan yang dinanti-nanti.

Intinya, Taylor tahu betul, ia besar karena penggemar. Ia bisa menjadi miliarder bukan karena pihak label semata. Sponsor-sponsor konsernya bukan main-main. Untuk album 1989, American Express masuk menjadi jajaran pendukung kuatnya. Aplikasi keren yang bisa dinikmati melalui iPhone berupa video klip dengan alur yang bisa dipilih oleh si pemakainya saat menonton video klip Blank Space, menjadi bukti baru jika Taylor paham, penggemarnya selalu ingin lebih.

Album ini dirilis dengan dua versi, standar dan D.L.X. alias deluxe, ada tiga voice memo yang dibuat Taylor untuk menjelaskan proses kreatif beberapa lagu di dalam album ini.

Seperti saya tulis di atas, Taylor dengan mantap melepaskan mantel “penyanyi country” dari dirinya dan sepenuhnya masuk ke dalam persaingan industri musik pop dunia. Jangan menunggu ia bakal hadir dengan banjo dan mengalunkan musik khas Amerika lagi. This is new Taylor Swift.

Shake It Off dipilih Taylor sebagai lagu pertama yang digarap video klipnya. Beat dance langsung menyeruak dalam telinga saja, lirik-lirik yang penuh percaya diri, ingin memberi support pada orang-orang di luar sana untuk tidak berkecil hati dengan keadaan. Di dalam video ini, Taylor memerankan dirinya menjadi penari mulai dari kategori klasik semacam balet hingga yang moderen. Taylor hanya terlihat begitu aneh di tengah-tengah para penari yang memang lihat gerak tubuhnya. Dia bergerak sesukanya. Mungkin itulah yang ingin ia sampaikan, bahwa tidak perlu menjadi orang lain.

Prinsip tidak menjadi orang lain, ditunjukkan Taylor dengan tidak pernah tampil sampai benar-benar menggemparkan dunia. Memamerkan tubuh telanjang bayarannya memang mahal, tapi berpakaian itu jauh lebih dihargai sesama manusia. Coba cari saja foto telanjang Taylor Swift. Dia belum tergerak untuk ikut-ikutan artis perempuan lain yang tampil di sampul majalah tanpa busana.

1989; Album Taylor Swift Laris 1 Juta Kopi dalam Seminggu
Sumber gambar: fanfloblog.wordpress.com

Blank Space adalah video kedua yang beraura dark, menyeramkan karena dia memerankan cewek kaya raya tapi depresi karena sang pacar playboy. Di internet, video ini dikatkan dengan sisi gelap Taylor yang kerap disebut sebagai Satanic Princess Bride.

Selain rumor soal perseteruan dengan Katy Perry dan sejumlah selebriti lain, sejumlah penggemar teori ilimunati menyebutkan bahwa Taylor sebenarnya adalah SPB itu tadi. Di video maupun penampilan-penampilannya selain konser (Brit Award 2013 dikatakan sebagai masa inisiasi Taylor di mana ia menyanyikan lagu I Know You’re Trouble), American Music Award, Grammy Award, dan sebagainya. Panggung-panggungnya dipenuhi dengan simbol-simbol iluminati. Benar atau tidak, ah entah sepertinya tidak begitu penting buat saya. Dia seorang Satanic Queen pun tidak berpengaruh pada hidup saya kan?

1989 memang album yang menjadi bukti kreativitas Taylor di industri musik dunia, Kerja keras itu tidak akan pernah sia-sia. So, wish you luck, Taylor!

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Saya menganggap blog ini sebagai rumah virtual. Segala yang saya sukai, saya tuliskan di sini, tanpa kecuali. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Menuliskan komentar sama sekali bukan kewajiban.
Nisrina Lubis

Leave a Response